KENDAL - Sejak pukul 10.00, kemarin, banjir mulai menggenangi Jalan Raya Utama Kendal. Genangan air setinggi pinggang, di depan Mapolres Kendal, hingga Ketapang, membuat arus lalulintas macet total.
Pengemudi yang terjebak, memilih mencari jalan alternatif. Namun, beberapa 'jalur tikus', ditutup oleh warga, supaya tidak merusak jalan gang terutama yang telah dipaving. Seperti halnya di eks Stasiun KA Kendal, ke utara. Di mulut gang, dipalang menggunakan bambu.
Beberapa pengemudi, memilih berputar dan kembali ke rumah, tidak jadi berpergian. Sebab, beberapa jalur alternatif, tergenang banjir. Banjir kemarin, nyaris merata menimpa sebagian besar wilayah bawah, Kabupaten Kendal.
Mobil angkutan kota maupun pedesaan, sama sekali tidak beroperasi. Selain sepi penumpang, ketinggian air, dapat membuat mesin mobil mati. Sejumlah pengendara roda dua, terpaksa menuntun kendaraannya karena mati, mesinnya kemasukan air.
Sampai pukul 15.30, kondisi banjir belum menunjukkan tanda- tanda surut. Hal ini mengakibatkan, antrian panjang mobil berbagai jenis dan merek, mulai dari Polres Kendfal sampai Cepiring, terus bertambah, hingga sepanjang sekitar 6 km.
Selain arus lalulintas di Pantura macet total, KA juga mengalami nasib serupa. Rel KA tergenang dibeberapa tempat sehingga membahayakan keselamatan. KA dari arah timur, masih terhenti di stasiun Tawang maupun Poncol sedangkan dari arah barat, berhenti di Stasiun Pekalongan.
Pengemudi yang terjebak, memilih mencari jalan alternatif. Namun, beberapa 'jalur tikus', ditutup oleh warga, supaya tidak merusak jalan gang terutama yang telah dipaving. Seperti halnya di eks Stasiun KA Kendal, ke utara. Di mulut gang, dipalang menggunakan bambu.
Beberapa pengemudi, memilih berputar dan kembali ke rumah, tidak jadi berpergian. Sebab, beberapa jalur alternatif, tergenang banjir. Banjir kemarin, nyaris merata menimpa sebagian besar wilayah bawah, Kabupaten Kendal.
Mobil angkutan kota maupun pedesaan, sama sekali tidak beroperasi. Selain sepi penumpang, ketinggian air, dapat membuat mesin mobil mati. Sejumlah pengendara roda dua, terpaksa menuntun kendaraannya karena mati, mesinnya kemasukan air.
Sampai pukul 15.30, kondisi banjir belum menunjukkan tanda- tanda surut. Hal ini mengakibatkan, antrian panjang mobil berbagai jenis dan merek, mulai dari Polres Kendfal sampai Cepiring, terus bertambah, hingga sepanjang sekitar 6 km.
Selain arus lalulintas di Pantura macet total, KA juga mengalami nasib serupa. Rel KA tergenang dibeberapa tempat sehingga membahayakan keselamatan. KA dari arah timur, masih terhenti di stasiun Tawang maupun Poncol sedangkan dari arah barat, berhenti di Stasiun Pekalongan.


No comments:
Post a Comment